Mar 8, 2008

Si Tukang Bual Kembali Menjadi Apel

There.
The story teller has gone. For good.
No more Bayo Parturi yang mirip dewi api (atau bitchy girl seperti kata buk cipi? hehehe...)

*si bayu ni merepet-repet aja! Dia bilang layoutnya jelek..*




Ok, sekarang mau siap-siap nonton D'sound di Java Jazz 2008... Will post lots of pictures soon when i get back. Bye..bye..now!

Mar 7, 2008

Wajah Baru si Story Teller

Buseeeet..ngutak-ngatik layout buat blog nggak penting ini sampe jam 1/2 2 pagi....! Sangat menunjukkan betapa kurang kerjaannya saya...! Dan dimana akhir dari perjuangan ini setelah sekian jam nyoba nyusun code html: MENYERAH dan MENG-COPY bulet-bulet hasil disain orang lain! Wooohooo...betapa tidak kreatifnya diri ini! *my bad.. my bad.. shame on me!*

Layout ini gambarnya bagus, representing the title itself "Lullaby of the Duplicity":
1. gambar sofa/couch represent kata "lullaby", menggantikan posisi tempat tidur yang biasa dipake buat bed time story.
2. Gambar wanita represent the story teller/bayo parturi/tukang cerita, dimana secara fisik dan busana terlihat oke dan siap memikat orang lain, tapi di bagian wajah terlihat sedikit menyeramkan layaknya seorang yang bermuka dua.. see, this woman represent the "duplicity". she can be so sweet and unkind at the same time (...eh, tapi ini gambarnya kok lebih mirip dewi api yah?? atau.... ibu tiri????)
3. Dominasi warna oranye untuk menarik minat orang lain agar terpikat dengan cerita-cerita bual/bohong/craps di dalamnya. Bagi saya, seorang story teller harus bisa memikat dari luar dan membuai dari dalam.

All and all... semua ini mencerminkan diri saya.... the story teller a.k.a TUKANG BUAL!!
jadi... jangan capek2 dan buang waktu untuk baca tulisan yang nggak mutu di blog saya ini...


Adios!


Note: sebenarnya layout ini jelek! nggak bisa meng-arrange page halaman! trus gimana saya mau masukin link-link penting, shoutbox dan sebagainya dong??? What the heck lah.. i still love this layout anyway!

Adios Amigos!

Mar 6, 2008

Going Dive Trip This March Everyone?

Just received a phone call from my sister, our dive instructor, Mas Meang, offering 5 days dive trip to Bali (Tulamben and Menjangan, and maybe Nusa Penida with its Manta ray point!!) which will be held on 19-23 March by some dive masters. I think it'll be good to go travel, and of course have a safe-fun-dive during that days instead of doing nothing in this bloody Jakarta! March 20 (thursday) is a public holiday, a birthday of the Prophet Muhammad SAW, and 21 is Good Friday, a public holiday as well. Wooo-hooo... 2 free days in a week!


Anyway, i heard that Nusa Penida has a dynamic environment that constantly changes and moves. It can be warm, calm and tranquil, or cold, angry and powfull.. its moods have a direct influence on diving! Another thing is, Nusa Penida is the coolest salt water dive spot in Indonesia, its about 24-27Celcius, which can make your body loss its heat, and leads to hypothermia... (amit-amit ya Tuhan jangan sampe!). But the good news is: this is one of Manta Rays camp!! Anway.. this dive trip aslo plans for "night dive", means more cold water i have to deal.. I never had night dive before, and i'm longing for this one... *man..i'm dead meat!*


*kolom night dive di log book saya yang masih kosong..hiks*


Ok.. should start packing now! I'm soooo bad at packing...! Bleh! I think i need to buy the new mask before doing this dive trip. My old one didn't fits me properly, it doesn't have a comfortable skirt and good seal! Everytime i descend, the pressure will caused floods onto my mask.. thus, i have to do the clearing every 5 minutes, followed to equalize a lot! Moreover, i don't think that my mask have a nive-lovely-cool design (hehehe... dasar! mencari excuse dan pembenaran untuk beli yang baru!). I need something like this: Low Profile Mask (the lower the profile of the mask, the less air you need to equalize and to clear if it floods).. Plus, it gives you a wider vision field too..

i wonder if they have the pink color... hihihihi ...

*my poor old yellow mask*



Curhat Colongan

Udah 2 hari radang tenggorokan.. efek lebih lanjut: tinggal di tempat tidur karena kepala nyut-nyutan dan badan panas. Huh! Bosan! Ngomong-ngomong tentang radang tenggorokan, lagi-lagi saya ingat cerita Farah, yang awal penyakitnya cuma radang tenggorokan dan berakhir di.....*sensor*. Manalagi antibiotik yang saya minum kemaren bikin detak jantung jadi kenceng bangeeeet! (jangankan antibitotik, minum black coffee aja udah bikin saya melayang dan jantung dag dig dug)... Hiiiii Tuhan, saya belum siap mati...!


Kalo tinggal di tempat tidur, artinya internetan nonstop (heh? kapan istirahatnya???).. Mau baca buku, belum beli yang baru. Semua uda ludes di baca...hmmm apa lagi dong?? Nonton DVD? nggak ada stock baru juga.. Nonton cable TV, boseeeeen! Dari sekian banyak channel, akhirnya yang di tonton selalu itu-itu aja: star world, travel n living, NGC, hbo, starmovie, dan seputar film-filman. Ohyaaa.. saya tau! mendingan cari-cari lowongan kerja di internet... sapa tau ada yang bagus (baca: pulang jam 4, gaji 8dijit) hehehe... Mungkin nggak yah secara saya masi rookie gini... Kemaren coba-coba apply di KPK (komisi Pemberantasan Korupsi) untuk divisi spesialisasi hukum... Eee taunya Merdi juga apply tapi buat posisi penindakan hukum (katanya mau nangkap-nangkapin hakim yang korupsi... hahahaha bener juga!).. Yah mudah-mudahan kita berdua tembus.. or atleast one of us deh. Abis sekarang orientasi saya ke pemerintahan, bukan ke pegawai swasta lagi.. Tapi nggak mau jadi PNS, maunya kerja sebagai komisi (hiiiii dasar picky!), atau kerja di BI... Abis PNS gajinya kecil, duit korupnya doang yang gede. Ibu saya dulu kerja di Depkeu, pengalaman mengatakan; bonusnya emang gede mampus, tapi harus bisa memilah-milah "uang panas" dengan "uang terimakasih". Kalo buat saya, uang tetap aja uang, mau panas, mau dingin, mau sogokan, mau terimakasih, yang penting uaaaaang! Bisa beli BCD bagus...! (efek otak meracau akibat antibiotik edan!)..


Udah ah.. mending nulis-nulis yang pentingan dikit, kaya mereview buku baru atau tertangkapnya jaksa Urip Tri Gunawan oleh KPK gara-gara suapan kasus BLBI (ini niiih posisi yang di incar Merdi hahahaha...). Gila yaah.. kehakiman dan kejaksaan udah di gaji berapa kali lipat lebih besar di banding PNS, masih juga maruk! Yeah... memang dunia hukum itu nggak ada bersih...Politiknya mengerikan! Tapi tetepa aja saya tertarik ke pemerintahan dan politik, hihihi... *curhat colongan mode on*. Ok ok enough babbling-nya. Mending berdoa aja mudah-mudahan besok radang tenggorokannya udah sembuh.. Longweekend di tempat tidur..? Mati saja akuuuu! Bagaimana bisa nonton Java Jazz kalo sakit gini...


JAVA JAZZ
1 HARI LAGI... HOOOOORAY CAN'T WAIT TO SEE DSOUND'S GIG!

Mar 5, 2008

Lagi-lagi Duka Cita

Tadi neng Vony postingin foto2nya Farah di mailinglist FH.99. Masih sedih pas ngeliat foto2nya. Farah masih nggak berubah dengan terakhir kali saya ketemu dia. Jadi keinget cerita masa lalu waktu masih kuliah... Tiba-tiba nggak ada angin ngggak ada ujan, another berita duka cita membuat saya terdiam lemes kaya abis kesambet jin ifrit... Kali ini temen 1 kos di Bandung yang dipanggil Yang Maha Kuasa... Total udah ada 3 teman seangkatan yang meninggal sejak 2008 ini.

Ada apa dengan dunia???


Selamat jalan Ruswin... semoga amal ibadahmu di terima di sisi-Nya... Amin.

Food...Glorious Food..!

Feeding is a very important ritual for me...
Pengakuan saya terhadap hobi terselubung ini dapat di lihat dari top 5 list di bawah berdasarkan nomer urut...


5. Prata Bread with curry sauce a.k.a Roti Cane pake Kari daging.

Prata Bread with curry sauce a.k.a Roti Cane pake Kari daging.... Sluuuurp...sluuuurp... I have expirienced them, and i can top on "bencoolen street-S'pore" as the bestest curry sauce ever!






4. Amercian classic cheese burger with potato chips and Jack Daniel sauce
My fave is the one from TGIF.. just like this one <----









3. Nasi Padang!
I could go on eat them everyday.... especially from Kapau-Duri! Onde mandeee..lai lamak nasi kapau tu yooo...









2. Quisadellas & Fajita with guacamole, served with nachos as apatizer

... yummy...yummyyy.. i love mexican!



















1. T-Bone steak; medium rare, tender and juice... also with loads of french fries, fresh onion, served in hot plate. Nothing compare this!!!!

Mar 4, 2008

Menguak Fakta Sejarah Baru


I just found out the book I’m currently reading (Greget Tuanku Rao), tells another history of Tanah Batak Selatan (Angkola, Sipirok, Padang Lawas) which has never been told in previous book (read “Tuanku Rao”, by Mangaraja Onggang Parlindungan/MOP, i have read this book back in 1996). So many facts need to dig out before Arsip Nasional Indonesia finalized the files.


A lil bit info about Tuanku Rao (MOP) VS Greget Tuanku Rao (BHH):

Sejarah Batak, perang tentara Paderi di tanah Batak Selatan dengan misi mengIslamkan masyarakatnya, dan segala aib dan kekerasan dari Tentara Paderi (Tuanku Tambusai, Tuanku Lelo), di buka secara terang-terangan berdasarkan penelitian fakta-fakta sejarah oleh MOP dan dilengkapi oleh Basyral Hamidy Harahap/BHH. Sayangnya, banyak tanggapan negatif dari sebagian kelompok yang tidak bisa mengkoreksi diri sendiri. Sebagian orang menganggap MOP dan BHH adalah story teller, tukang bual, bayo parturi, bahkan sebagai pemecah persatuan bangsa dengan fitnah sana sini dengan segala turi-turian yang dikarangnya. Bagi saya, ini bukan suatu politik devide et impera, tapi penemuan sejarah baru untuk pembelajaran anak cucu di kemudian hari dan bisa menjadi pemersatu bangsa. MOP dan BHH berani membuka sejarah dan memberikan sudut pandang berbeda dari apa yang masyarakat awam ketahui selama ini. Walaupun Hamka berpolemik dengan MOP dan menerbitkan suatu buku “counter” terhadap sejarah ini, tapi ia sendiri tidak bisa berkata-kata tentang kekejaman tentara Padri saat itu. Contoh yang dapat dipetik atas polemik suku Minang dan Batak ini, MOP dan Hamka sendiri tetap bersahabat akrab dan sampai akhir hayatnya. Bukan menyulut konflik dan memicu perang etnis Batak-Minang dan Kristen-Islam.

Satu hal yang saya suka dari buku ini, BHH melampirkan pepatah-pepatah dari tanah Batak selatan yang sangat bijak.

Anyway, I haven't finished reading this book. Only half-way through it. Check it out yourself at: http://basyral-hamidy-harahap.com/ and will continue the review when I’m done reading.



Referensi:

- Mangaradja Onggang Parlindungan, Tuanku Rao, 1964, 2007.
(This book is the fundamental facts that need to know for Batak’s clan, specially for those whom
descended from Angola, Sipirok, Natal, Padang Lawas).

- HAMKA, Antara Fakta Dan Khayal. “TUANKU RAO.” Penerbit Bulan Bintang,
Jakarta, 1964.
- Basyral Hamidy Harahap, ‘Greget Tuanku Rao.’ Penerbit Komunitas Bambu,
Jakarta, 2007.





Mar 3, 2008

Saya Penggemar Bung Karno..? Bukaaaan....!

Mungkin kalian bertanya-tanya: Ini kan judul blognya "Lullaby of the Duplicity".. tapi kenapa header-nya gambar jendela dengan apel-apel..?


Sebenarnya saya gemar menyusun gambar/pola/abstrak apa saja yang biasanya berujung dengan karya seni bernilai tinggi *orang menyebut hobi saya itu 'mendisain'... bernilai tinggi = ada lembaran rupiah tersurat di dalamnya*, tapi giliran mendisain buat diri sendiri, sang otak nggak mau bekerja sama. Hiatus. Huh! Sepertinya kreatifitas saya sangat tergantung dengan sumbernya; lembaran merah bergambar bung karno... *very demanding to each other*


*perkenalkan; sumber inspirasi saya...*


Nggak percaya..? Coba saja tempelkan selembar kertas di depan muka ini, atau di atas jidat... maka niscaya semua ide akan mengalir begitu saja... semakin banyak yang di tempelkan, semakin banyak juga ide yang datang..

Bukti nyata dari gejala aneh ini adalah ketika suatu perusahaan minuman berkarbonat *maksutnya coca cola gitu loooh...* berniat memakai jasa saya sebagai perancang baju kaos untuk di bagi-bagikan secara gratis ke karyawannya pada suatu even *apa itu namanya..? produk coca cola zero apa yah..?*. Dalam tenggang waktu 1 hari 1 malam, simsalabiiiim.... jadilah 10 disain yang *agak* lumayan bagus dimata disainer Valentino, Donna Karan, dan sekelasnya.. *bangga mode on*

Dari 10 disain, akhirnya 5 yang di sahkan dan di tabalkan sebagai copyright coca cola.... mungkin selera disain saya terlalu meriah buat mereka... maklum lah selera saya ini masih selera simpang padang dengan warna warna cerah-ceria-meriah-semua-gembira.. Coba sesekali kalian masuk ke dalam toko-toko baju pasar simpang padang-Duri buat bahan perbandingan atau tanah abang pun boleh... Kira2 seperti ini...


*yaak dipileeeh...dipileeh.. sepuluhribu tiga...impor dari hongkong...*


Tapi memang begitulah saktinya si lembar cap bung Karno itu... mampu menyihir otak bekerja maksimal... ibarat susuk buat penari dongbret, ibarat ganja untuk penglaris brownies, ibarat katebelece dalam kursi pemerintahan..... ibarat "Wingardium Leviosa..!" waktu Harry Potter mau bikin terbang sehelai bulu...


*Kira-kira gini hasil dari kesaktian lembar bergambar bung Karno itu...*

*kok ga meriah??? Iyaa dong.. ini Polo shirt, bukan kostum karnaval TK Cendana...*


Kalo yang ini yang agak meriah dikit, tapi tetap dengan konsep minimalis... *si bule-bule ostrali itu nggak mau macam pemain band Jamaica katanya...*

*udah coba Coke Zero belum..?**Always coca cola dan Zero Coke bersatu dalam kaos*
*Looh.. kaos yang ini saya belum terima woooy..!*


You see... bagaimana suatu lembaran bergambar Bung Karno bisa begitu hebat dampaknya ke otak saya...? 5 disain terbayar dengan 2 celana jeans Levis... Sungguh sakti agaknya!!
Jadi jelas lah kenapa saya nggak bisa berkreasi untuk membuat layout bagus di blog ini... Waktu nyoba-nyoba disain dengan konsep "lullaby", hasilnya dengan sukses kaya advertising "jual tempat tidur dan bedcover".... jangan-jangan nanti orang malah mikir saya jualan online tempat tidur plus bedcover begitu liat headernya... Maaaaak...!!

Lebih bijak kiranya layout blog saya ini dibiarkan dengan gambar apel itu saja... dari pada saya bikin header gambar bung Karno.... *desperate mode on*

Raja Ampat; Sebuah Surga Bawah Laut




Raja Ampat. Berlokasi di propinsi Papua Barat, kabupaten ini memiliki luas sekitar 42.000Km2 dengan presentasi 70% adalah wilayah perairan. Mungkin nggak banyak masyarakat Indonesia yang akrab dengan nama ini...

Saya sendiri juga baru akrab dengan si Raja Ampat ini setelah menjadi diver. Kalo dulu saya nggak pernah ambil pusing tentang suatu daerah bernama Raja Ampat, Raja Lima, Raja Sepuluh, ...entah dimana lokasinya, entah apa suku bangsanya, atau apa makanan pokok masyarakatnya, saya nggak tau sama sekali! Tapi sejak 2007 lalu, Raja Ampat ini masuk dalam urutan atas list daerah2 yang mau dikunjungi. Berada di posisi kedua, setelah Hainaut, kampung halaman "si datuk martua raja de Saire"....


Kenapa ada list paling atas...??


Karena Raja Ampat merupakan surga dari surga di bawah laut! Keindahan terumbu karang dan kelengkapan biota lautnya, membuat kawasan ini menjadi "the most popular paradise" bagi para scuba diver di seluruh dunia. Kalo kata orang-orang phi-phi island atau phuket, atau the great barrier reef (tempat tinggalnya si Nemo) adalah yang paling indah.... Jangan percaya!! Karena udah terbukti bahwa 80% biota laut di seluruh dunia, bisa di temukan di Raja Ampat. Bayangkan... ada lebih dari 500 jenis terumbu karang disana! belum lagi keaneka ragaman binatang yang menjadikan peraiaran ini sebagai rumahnya, membuat Raja Ampat menjadi kawasan yang mempunyai kekayaan biota laut tertinggi di dunia. Sea World...? Lewaaaat!!


Pernah saya membaca pengakuan dari seorang diver luar negeri yang menuliskan di log book diving-nya, bahwa Raja Ampat memiliki visibility yang tidak terbatas. Bayangkan, sebening aquarium! Rata-rata bagi para diver, visibility dengan jarak 15-20m saja sudah bisa di kategorikan "air bersih dari partikel2 dan arus pelan". Udah cukup manteng untuk mengobok-ngobok bawah laut. Saya sendiri pernah menyelam dengan visibility sekitar 10m, yang udah cukup bikin senang. Apalagi menyelam di kedalaman 18-20m dengan visibility unlimited, berarti bisa jelas melihat kapal boat di atas, dengan jarak horizontal 30m dari posisi kita menyelam.


Lalu, kenapa saya masih belum berangkat juga???


Karena biaya yang dibutuhkan untuk ke sana juga nggak murah! Penerbangan langsung menuju Raja Ampat, nggak ada. Kalau dari Jakarta, harus transit dulu di Menado, yang kemudian di lanjutkan ke Sorong. Jarak tempuh sendiri memakan waktu kurang lebih 6 jam, belum termasuk transit. Dari Sorong, masih harus di lanjutkan dengan kapal jenis boat gede, atau yacht untuk mencapai lokasi. Ada dua pilihan, pertama bisa menyewa yacht selama kurang lebih 1 minggu dan tidur di atas kemegahan yacht tersebut atau nginap di resort dengan rate USD/Euro. See...? kenapa biaya kesana sangat mahal?? Karena kalo di total2, biayanya hampir sama dengan liburan ke Eropa! Bisa habis sekitar 15-30juta/orang... *dang adong hepengku! hahahaha....*


Satu-satunya harapan saya sekarang (diluar mimpi menang lotre atau rejeki durian runtuh dari undian tabungan Mandiri, huehuehe), adalah join Reef Check yang di adakan oleh National Geographic Channel dengan PADI dan pemerintah propinsi setempat, sebagai volunteer.. Terakhir Reef Check ada si Sorowako, dan saya nggak bisa ikutan...


Aduuuh.. nggak sabar rasa untuk bisa memotret si Manta Ray atau Nudie branch beraneka warna dangan motif macan tutul (heh? ada yaa? heuheuheu), atau juga ngeliat terumbu karang warna ungu muda...???
Who knows... semua ada di Raja Ampat!



Ps: Ayuuuuk mampir di link berikut buat nambah info surga bawah laut...
http://www.iriandiving.com
http://www.divetheworldindonesia.com
http://www.rajaampat.org

Ketika Seorang Teman Pergi....

Minggu pagi kemaren jam 4 subuh, saya menerima berita duka cita. Seorang teman satu angkatan dari Fakultas Hukum Unpar, Farah, di panggil Tuhan YME karena sakit. Kaget dan sedih waktu dengar beritanya.. Walaupun sehari-hari saya nggak main bareng Farah di kampus, tapi saya cukup sering ngobrol sama dia.. Kebetulan saya dan Farah sering nunggu angkot bareng di depan McD Cipaganti kalau mau berangkat ke kampus. Atau kalau Farah udah duluan naik angkot, dia sering melambai2 ke saya untuk ikut naik di angkot yang sama, lalu memberi saya tempat duduk tepat di sebelahnya. Kadang kalau kebetulan kami mengambil mata kuliah yang sama, juga sering saling meminjam catatan atau sekedar bertukar info quiz-quiz kelas buat mendongkrak nilai....
Aah Farah.. saya sedih sekali ketika mendengar kamu pergi untuk selamanya...


Kepergiannya Farah tiba-tiba begitu saja. Tanpa ada sakit yang panjang, tanpa ada penderitaan berbulan-bulan, bahkan tanpa tanda-tanda... Sedikit Info dari teman seangkatan di Fakultas Hukum, Ria, yang kebetulan juga satu kantor dengan Farah di Indomonex, awalnya Farah cuma sakit tenggorokan.. kemudian Farah berobat ke RS. Hermina tanggal 28 Jan... entah bagaimana ternyata obat yang dikasi dokter efeknya terlalu keras yang malah bikin Farah muntah-muntah... Seminggu kemudian, tanggal 13 Feb, Farah terpaksa rawat inap di RS. Boromeus Bandung karena nggak ada cairan dan makanan yang bisa masuk, akibat muntah-muntah yang tak kunjung berhenti. Di Boromeus, ternyata diagnosa dokter lebih parah, ada cairan di kepala dan di paru-parunya ada flek dan virus... Sehingga akhirnya dokter terpaksa mengambil cairan dari sum2 tulang belakang Farah. Efek di ambil cairan itu ternyata membuat Farah mengeluh tulangnya sakit dan nyeri... Nggak ada kabar lebih jelas kenapa cairan tulang belakang terpaksa di ambil. Tapi sepanjang pengetahuan saya yang bukan dokter ini, kalau sampai di ambil untuk di cek, kemungkinan ada gejala kanker darah yang nggak pernah terdeteksi selama ini... hanya saja sampai sekarang belum ada kabar lebih lanjut dari keluarga Farah. Rencana nya, senin ini Farah sudah bisa pulang dari RS, karena menurut kakaknya, Farah sudah baikan... tapi ternyata Tuhan berkata lain... Farah anfal pada hari sabtu pukul 10 malam dan meninggal pada hari minggu sekitar pukul 4 subuh... Menurut kakaknya, sebenarnya Farah udah nggak ada sejak pukul 10 malam itu....


Sampai sekarang saya masih shock dan sedih... kenapa secepat itu dia harus meniggalkan keluarganya..pacarnya...teman-temannya....?


Umur 27 tahun harusnya adalah masa-masa jaya kami... masa-masa mengejar karir setinggi langit, masa-masa membahagiakan orang tua dengan gaji yang masih belum seberapa, masa-masa melanjutkan studi S2, masa-masa belajar berubah dari "girl" menjadi "woman", masa-masa mengejar semua impian dan cita-cita... Tapi ternyata Tuhan sudah menentukan masa hidupnya di dunia ini cukup pada hari itu... Ajal sudah di tetapkan yang Maha Kuasa, suka atau tidak suka, terlepas dari semua mimpi-mimpi yang belum dicapai...


Saya jadi ingat berita duka lain yang saya terima awal Januari ini... seorang teman, juga dari Fakultas Hukum '99, Bunan, juga telah di panggil Tuhan YME... dengan cara lain, mendadak dan mengejutkan. Tenggelam di danau (saya lupa namanya), di sekitar Jawa Barat. Agak kaget juga mendengar bahwa udah 2 orang teman saya meninggal di awal Tahun ini. Bukankan seharusnya umur-umur segini saya mendengar berita-berita suka cita dari seorang teman yang akan menikah...? ...melahirkan? ...atau mendapat promosi di kantornya...? Trend yang terjadi di tahun ini seharusnya pernikahan..! bukan kematian..!
Ada apa di balik semua rencana Tuhan ini? Ada apa di balik semua berita-berita duka yang saya dengar akhir-akhir ini....??


Ya Allah... sesungguhnya Engkau lah yang berencana dan hanya Engaku lah yang Maha Tahu... Terimalah semua amal ibadah mereka yang telah engkau panggil, dan hapuskanlah segala kesalahan dan dosa-dosa mereka semasa hidupnya...


Selamat jalan Farah... beristirahat lah dengan tenang disana... tidak akan pernah ada lagi lambaian tangan dari dalam angkot yang akan mengajak saya duduk di sebelahmu...